Menuju Kemerdekaan Futuristik

Ilustration Image

Sesekali perlu melihat politik beserta dinamikanya, semakin hari apolitis tidak hanya tradisi melebihi daripada itu sudah jadi habits berkepanjangan. kita turut melihat ini sebagai masalah, ada banyak yang harus dipertimbangkan demi kepentingan kedepan. rasa-rasanya generasi ini lupa tanggung jawab dan para senior tidak menaruh perhatian serius. 

Suatu hari saya melakukan riset kecil terkait pendapat mahasiswa tentang kepolitikan, dan nyatanya saya mendapati pernyataan beragam, sayangnya kebanyakan didominasi oleh ketidaksukaan. jika ingin terbuka pada kondisi mahasiswa kita baik secara kualitas maupun kuantitas rasanya jauh dari kata aman. orientasi cara belajar mengajar masih monoton, gaya penjelasan dosen yang masih konservatif. mahasiswa yang tidak lagi memliki sense of belonging. 

Akhirnya jika cita cita mahaiswa terdiri dari Agen perubahan maka perubahan seperti apa yang didambakan? bertanya dengan nada yang terkesan pesimis tentu tidak enak didengar hanya saja kita perlu membuka tabir demi kepentingan yang lebih besar. bayangkan saja bila apolitis merajalela dan sedikit sekalo orang yang menaruh perhatian padahal inilah nadi perubahan dan cita-cita bernegara saling mendorong terciptanya kehidupan sosial yang sejahtera dan makmur dan satu satunya jalan hanya dengan jalan politik, politik melampuai pemilihan pemimpin jauh lagi ia menentukan harga baju, sayur, rumah, kesehatan, pendidikan bangsa ini. dengan itu apakah masih diam atau mungkin kesal mendapati orang yang menghujat orang yang turun ke jalan panas-panasan, tanpa pamrih dan sukarela? inilah paradoks dalam kehidupan bernegara di indonesia, ya kita tahu beberapa dari gerakan sering di kooptasi oleh kepentingan kapital tetapi itu lain hal, kita percaya masih banyak gerakan yang datang dari nurasi atas dasar kecintaan pada negara ini. semerta-merta karena melihat kesedihan masyarakat kecil di pnggiran, desa, dan tertinggal lainnya. 

Jika tulisan ini terkesan menghakimi bukan berarti saya sedang menyalahkan, namun, saya merindukan kemerdekaan berfikir oleh dan diatas setiap kita, memegang tegus trust setiap elemen bekerja sesuai tanggung jawab saling mengingatkan tanpa berlaku oportunis seakan hidup sendiri di negeri ini, angkuh merasa semua yang bergegerak merugikan mengganggu dirinya. orang type ini sangat mengebalkan dan sangat menyayat emosi. beberapa kali kita bertemu dengan orang seperti ini d jalan saat melakukan aksi demonstrasi namun sayangnya saya harus katakan sebagai orang yang mengerti mesti menjaga betapapun mengjengkelkan.

Jadi orang kita tidak boleh seolah-olah egois tidak meratapi orang lain, tak sedikit juga dari teman kita berkesimpulan bahwa ini ketetapan tak bisa diubah, sungguh bajingan sekali orang yang menyimpulkan sesuatu tanpa pernah melakukan apapun tidak mengerti bergaul dalam hidup sosial sebagaiamana hari-hari ini. 

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan dalam membaca dinamika politik kita, baik dari gerakan sosial ekonomi, dan lingkunga. semoga terintegasi hingga perlu bagi kita membangun kembali kesadaran politik jangan jadi orang apolitis. demi masa depan yang akan kita nanti jadilah salah seorang yang berkontribusi setidaknya sejak pikiran. 

Kawanku yang penakut

Ilustration image



berdirilah tegak bung, sekan kau saja orang yang paling sedih didunia ini. ingat, ada banyak sekali orang yang tak seberuntung kau apakah kau lupa cara bersyukur, seakan orang yang paling menderita sangat memalukan. bangkit lihat lebih luas cakrawala kehidupan agar kau mengerti bahwa kau masih beruntuing. 

ada seseorang yang sejak lahir ditinggal kedua orang tua, ada yang sejak kecilnya tak pernah melihat indahnya dunia, adapula orang yang tidak merasakan enaknya makanan di restoran yang pernah kau datangi kemarin. jangan terlalu mendramatisir hidup. jadilah lelaki. tidak cengeng, seberapapun badai mencoba menjatuhkan mu tetaplah kuat berdiri diatas kaki sendiri, percayakan bahwa kau bisa bahkan melampaui apa yang kamu bayangkan sebelum kau jadi penyendiri dan seorang yang ragu seperti sekaranng ini. 

kau berbeda kau jagoan yang pernah saya temui. tidak ada yang bisa menghentikanmu, bahwa banyak orang yang serasa tidak menerima hadirmu jangan kau hiraukan, kau tak bisa dihentikan atas pengetahuan dan kelincahanmu. 

cukup banyak yang mengagumi dirimu tak ada yang perlu kau takutkan sungguh tak ada. tetaop pada jalan dan keinginan yang kau dambakan, semua orang tau kau hebat dan tak perlu kau meragu. tetap kuat dan bergerak mengikuti arah mata angin. sesuai dengan apa yang kau katakan. sesuaikan dengan instrumen alam. 

Apolitik Politisi

Jpg Ilustration
Jalan pikir politik dewasa ini tampaknya semakin kehilangan seni dan siasat sebagaimana makna politik itu sendiri. Politik tidak lagi dipahami sebagai ruang untuk merumuskan kepentingan bersama, melainkan kerap berubah menjadi sumber perselisihan yang berkepanjangan. Ironisnya, pertentangan politik tidak hanya memecah hubungan antarkelompok, tetapi juga merembet ke dalam lingkup keluarga hingga memutus tali persaudaraan.

Karena itu, penting bagi kita untuk memahami hakikat politik secara lebih utuh. Politik sejatinya merupakan ruang perjumpaan berbagai gagasan, kepentingan, dan cita-cita yang dikelola melalui dialog serta kompromi. Saya mengibaratkan politik sebagai sebuah pesta: semua orang datang dengan harapan dapat menari, menikmati hidangan, berbincang, dan merasakan kegembiraan bersama. Dalam sebuah pesta, tidak semua orang harus menjadi pusat perhatian agar dapat menikmati suasana. Demikian pula politik, yang semestinya tidak selalu dipahami sebagai soal menang atau kalah.

Sepanjang literatur yang saya pelajari, saya lebih sepakat bahwa politik berorientasi pada win-win solution, yaitu menghasilkan manfaat bagi sebanyak mungkin pihak. Politik yang sehat bukanlah politik yang melahirkan pemenang tunggal dan meninggalkan kekalahan yang menyakitkan, melainkan politik yang mampu menghadirkan kesepahaman demi kepentingan bersama. Sebagaimana sebuah pesta yang baik, setiap tamu pulang dengan rasa dihargai, bukan dengan luka atau kebencian.

Namun, saya merasa heran melihat kondisi politik kita hari ini. Berpolitik seolah menjadi sesuatu yang kaku, canggung, bahkan menakutkan. Tidak sedikit orang mengatakan bahwa politik itu kejam. Kawan hari ini bisa menjadi lawan esok hari, hingga muncul ungkapan yang sangat populer bahwa tidak ada yang abadi dalam politik selain kepentingan. Ungkapan tersebut mungkin memiliki dasar dalam realitas, tetapi bukan berarti harus menjadi pembenaran bagi hilangnya etika, persahabatan, dan penghormatan terhadap sesama.

Dalam banyak hal, kita seakan sedang mengulang polarisasi politik yang pernah menguat pada pertengahan abad ke-20. Jika kecenderungan itu terus dipelihara, maka yang kita saksikan bukanlah kemajuan demokrasi, melainkan kemunduran dalam cara kita berpolitik. Pertanyaannya, apakah benar kondisi seperti ini yang kita harapkan?

Politik yang baik seharusnya membuka ruang kebebasan seluas-luasnya bagi setiap entitas politik untuk menyampaikan gagasan dan berkompetisi secara sehat. Tidak boleh ada pihak yang merasa paling besar sehingga memandang rendah kelompok lain atau menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang. Demokrasi hanya akan tumbuh apabila semua pihak memperoleh kesempatan yang setara untuk didengar dan dihormati.

Lebih dari itu, politik semestinya menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperluas persahabatan melalui komitmen terhadap kepentingan bersama. Perbedaan pilihan politik tidak seharusnya menjadi alasan lahirnya permusuhan. Sayangnya, kita justru menyaksikan banyak kesalahpahaman yang berujung pada perselisihan, bahkan pemutusan hubungan pertemanan. Sungguh ironis apabila sesuatu yang bertujuan mengelola kehidupan bersama justru merusak hubungan antarmanusia.

Politik juga dapat diibaratkan seperti sebuah meja makan. Yang duduk di sekelilingnya adalah sahabat dan sesama warga, sedangkan yang disajikan bukanlah kebencian, melainkan gagasan, kebutuhan, dan kepentingan bersama. Dalam suasana seperti itu, setiap orang bebas menyampaikan pandangan tanpa harus memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Sebab pada akhirnya, politik adalah soal pilihan, sementara pilihan hanya akan bermakna apabila lahir dari kebebasan, bukan dari tekanan.

Sebelum berbicara tentang kepentingan, ada sesuatu yang jauh lebih bernilai dalam politik, yakni ide dan gagasan. Kepentingan yang tidak dibangun di atas gagasan hanya akan melahirkan transaksi sesaat, sedangkan gagasan yang kuat mampu membangun kepercayaan, menggerakkan orang lain, dan melahirkan kerja sama yang berkelanjutan. Dari sanalah koalisi yang sehat seharusnya terbentuk: bukan semata karena pembagian kekuasaan, tetapi karena adanya kesamaan visi, nilai, dan tujuan.

Sebaliknya, ketika terdapat perbedaan pandangan, perbedaan tersebut harus dipandang sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Tidak ada demokrasi tanpa keberagaman pendapat. Justru melalui perbedaan itulah lahir dialog, koreksi, dan penyempurnaan kebijakan. Yang patut disesalkan adalah ketika perbedaan tidak lagi dijawab dengan argumentasi, melainkan dengan kebencian, penghinaan, atau permusuhan. Akhir-akhir ini, saya merasa ruang politik kita semakin kehilangan adab dalam menyikapi perbedaan.

Pada akhirnya, politik bukan sekadar tentang kekuasaan, melainkan tentang cara kita merawat kehidupan bersama. Politik yang dewasa adalah politik yang mengedepankan etika, menghargai perbedaan, memuliakan gagasan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Jika politik dijalankan dengan semangat seperti itu, maka ia akan menjadi jembatan yang mempertemukan manusia, bukan tembok yang memisahkan mereka.


Menembus Radar Kekuasaan

Gambar: Paxel


Beberapa minggu terakhir bangsa ini dihadapkan pada fenomena yang luar biasa, banyak masalah hingga menimbulkan kemarahan publik dari aksi diskusi  hingga demonstrasi, fenomena ini sepanjang yang saya amati selalu terjadi pada pertengahan tahun, bukan tanpa sebab tentu karena bertepatan dengan penetapan RAPBN transisi kebijakan dan adabtasi kebijakan politik, ekonomi dan sosial. 

Lantas beberapa orang bertanya, dengan begitu apakah kondisi semacam protes pada bulan bulan tersebut terjadi alamiah?, jujur saya sedikit ragu, bukan berarti saya menuduh tetapi kenyataannya begitu mencengangkan tak sedikit dari kelompok kelompok mahasiswa yang bergerak kurang memperhatikan isu regional/daerah padahal jika diamati lebih serius bisa saja lebih banyak menyimpan persoalan. saya mengamati tuntutan akhir-akhir ini, isu yang diangkat sering sekali hanya sebatas isu nasional kemudian itulah yang memantik gerakan di daerah-daerah. 

"Dalam benak saya sering bertanya, lebih berpengaruh mana menggemakan isu nasional didaerah-daerah atau menyuarakan isu regional di jantung kekuasaan (Jakarta)." hampir rata-rata tuntutan yang saya baca melalui press rilis hanya berkutat pada isu nasional. kita tahu bahwa kebijakan nasional dampaknya pada daerah juga, hanya saja memikirkan masalah didaerah yang tidak terlalu berdampak di daerah lain juga tak kalah pentingnya. umpama menciptakan riak kecil di tengah samudra-ia bergetar di satu titik, namun energinya perlahan meluas dan menggerakkan air disekitarnya. pada lain hal saya juga teringat pada pernyataan Bung Hatta " indonesia tidak besar karena obor di jakarta, tetapi indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di Desa."

Sebagaimana pernyataan diatas jangan dilihat dari perspektif salah dan benar tetapi refleksikan pada fakta yang terjadi disekitar kita akhir2 ini. setiap gerakan dan aksi protes adalah evaluasi yang berorientasi pada peringatan dan perbaikan, kita tentu mengharapkan kebaikan disetiap lapisan masyarakat dan alangkah baiknya lagi berangkat dari evaluasi pada tingkatan regional yang saya kira lebih dekat dengan keseharian kita. pemikiran saya terkadang masih konvensional seperti berfikir bahwa orang malang atau yang tinggal dimalang lebih tau masalah yang terjadi di malang ketimbang orang jakarta (permisalan), karena masalah sosial,politik, dan ekonomi tidak selalu tampak tapi terasa, artinya melibatkan emosionalitas. dan aktivis-aktivis di daerah saya kira pasti peka dan merekalah yang dapat mengidentifikasi dan menguraikan titik permasalahannya, percayalah ini persoalan emosional dan  penyebaran energinya kuat terasa dan cendrung sebatas sesama orang Malang atau yang tinggal di malang yang dapat merasakannya (permisalan). bila kita lebih jeli maka saya membayangkan aksi advokasi akan melampaui momentual bulan tetapi bisa saja setiap bulan dengan berbagai masalah di desa di seluruh penjuru indonesia. 

perlu saya garis bawahi bahwa tulisan ini saya kira akan lebih relevan jika di kontekstualisasikan pada daerah-daerah yang jauh dari radar jantung kekuasaan. kembali pada kalimat paragraf pertama dengan toon apakah berbagai aksi protes dan advokasi alamiyah adanya? saya tidak berani menyimpulkan tetapi sebuah keresahan yang potensi jujur dan alamiyah-nya lebih besar bagi saya berangkat dari desa-desa dengan keterbatasan akses, keberanian, dan minim tempat pengaduan. dengan itu senantiasa kita perlu merefleksikan diri untuk mulai memformulasikan hal baru demi sebuah kedaulatan.

"Jangan sampai kita menutup mata bahwa ada banyak saudara kita yang di bungkam dalam sunyi, dimarjinalkan tanpa terkuak. cukup ironis, karena bagi mereka, taruhannya jauh lebih mahal. percayalah, biaya sebuah keberanian orang-orang di desa jauh lebih tinggi dibanding mereka yang berada di k*ta atau mereka yang  k*ya. inilah rahasia umum sadar atau tidak, sama-sama kita biarkan"  







Malang Dan Kompeksitasnya

Gambar: Kampung Warna-Warni

Sebesar apa harapan bertahan di Malang? sejak 2019 hingga saat ini 2026 tak terasa lama ternyata menetap di kota ini, kota nan penuh dengan tanda tanya, kota yang menyimpan harapan bagi setiap orang. aku seorang sumatera bagian tapanuli hingga kini terus menikmati irama hidup di kota ini. 

tak hanya seorang banyak teman hingga orang lain tak dikenal, malang ini indonesia' tiap bentuk macam manusia dari desa,kota provinsi ada di kota ini. 

semua sama berangkat jauh demi secercah harapan, memperbaiki nasib merubah garis takdir.

cukup jauh kaki melangkah menelusuri setiap titik kota ini, mempelajari setiap aspek penting, cara kerja orang kota, hingga bagian kecil yang tak pernah terlihat tetapi ada, seperti shadow bekerja di atas bayang bayang. disisi lain setiap yang menetap mudah terpana melihat bagian luar kota, melihat malang after rain, malang in night, wisata tematik sampai dunia tak bertuan.  

sewaktu-waktu terbesit taukah mereka seperti apa Malang sesungguhnya? semakin kesini lambat laun waktu berganti banyak orang lupa awal mula mengapa hendak datang kemalang. 

tentu kalimat diatas bukan bermaksud menyangsi tetapi pertanyaan fundamental yang senantiasa mesti di renungkan. Malang ini kota hidup, keindahan dan tawaran setiap kepunyaannya memanjakan, kau bisa terhipnotis terbawa suasana santai yang kadang tak baik. tak sedikit dari orang dan pendahulu yang telah pulang kampung turut membenarkan.kira-kira apa yang kurang dari Malang? semua hal hampir tersedia, akses mudah, harga terjangkau, infrastruktur pendukung banyak. 

hanya satu yang sulit di lawan di kota ini, Waktu. berlalu tak terasa datang tak dikira. ratusan ribu pendatang dari tiap sudut provinsi hingga negara silih berganti berdatangan. menyaksikan keindahan dan bercengkrama dengan masyarakat heterogen beradap dan baik dalam tutur. sejauh ini rasa-rasanya tak ada orang kecewa setelah datang ke kota ini. 

jika pun ada mereka golongan orang yang tak mengerti tentang waktu. terlena lupa pada siapa dan untuk siapa demi siapa berangkat ke kota ini. sungguh malang semakin hari begitu menakjubkan. lain hal beberapa teman sering berpesan jangan juga terlalu mensyurgakan malang karena tak sedikit pula orang yang tersandung tersungkur dalam jurang galap. bersenang-senang terlalu lama dan berakhir pada pada penyesalan.

satu hal, percayalah bahwa tak ada yang bisa mengubah cara pandangmu tentang malang selain dirimu sendir, jika ingin besar dan belajar banyak di kota ini maka kau harus siap pada satu hal, kehilangan banyak. entah itu berupa materil maupun immateril. 

banyak teman, saudara dan keluarga yang berbicara tentang peliknya cobaan, bermacam yang telah mereka lalui dan rasakan, hingga akhirnya banyak yang tak bertahan banyak pula yang memanen hasil. dengan demikian tepuk tangan,pujian, sanjungan akan engkau dapatkan. 

lagi-lagi ini tak mudah, kata kuncinya tetap sama, Waktu!. menuju 7 tahun menetap di kota ini tetap saja yang harus saya asah adalah kesabaran, kesabaran untuk mendapatkan sesuatu yang besar, kota yang tenang dengan masyarakat heterogen tentu membawa kita pada satu tantangan yang hebat. mungkin jika di kaitkan dengan jakarta terasa sekali perbedaannya, jakarta itu serba cepat, tepat, dan tanpa henti. setiap orang mempertaruhkan beras didapurnya setiap hari tanpa kenal waktu. jika tidak begitu mereka tinggal dan tertinggal. sungguh hebat-hebat sekali mereka ini.

kadang saya juga tak semerta-merta terjebak dalam ketenangan malang sehingga saya kalah dan kalah lagi oleh waktu. tetapi berjalannya waktu saya bangkit kembali dan melawan diri untuk menyiapkan diri dengan tujuan yang lebih besar.

Bung, setiap kita pasti melewati hal serupa dengan itu bergegaslah, susun kembali rapikan apa yang telah antah berantah, kejar kembali target yang telah kau susun atau jalankan kembali yang tertunda, ini soal perjalanan dan perlawanan jika kau tak kuat maka habislah diri ditelan umur. 

Jangan merasa kau tidak bisa sebab itulah tantangan dan pikiran yang terus menghantui, hidup ini perlawanan maka lawan segala hal yang menghambat dan memperecil langkahmu. perkuat kembali pondasi jangan biarkan kau kalah oleh keadaan apalagi oleh dirimu sendiri, itu tak baik sama saja meremehkan ciptaan yang sempurna. akan tiba masa dimana kau naik kepuncak kejayaan, maka jemputlah kurangi ragi dan rasa tak pantas, itu sama sekali tak baik. kita hanya menunggu kapan naik panggung sebab ini hanya soal giliran, siapa yang lebih dulu menanam tentu akan memanen duluan dan walau tak semua yang menanam akan memanen karena banyak yang tak bisa membaca iklim sehingga dimakan oleh alam. inilah lika liku hidup, tak ada yang berjalan tanpa tantangan didepan karena ini sudah ketetapan dan kepastian yang harus dilewati setiap makhluk yang hidup. 

hidup ini pada dasarnya seimbang jadi sesuaikan dan pastikan anda siap menerima. ada saatnya bunga mekar ada pula musim gugur. anda tercipta dari proses terbaik dan pastikan anda percaya dulu pada diri anda karena itulah kuncinya. jika telah percaya pada diri anda selanjutnya magnet dalam diri anda akan terpancar dan membuat energi positif bagi sekitar anda, dengan begitu perlahan jalan akan terbuka, pikiran semakin fresh dan rezeki hanya mendekat pada orang yang tentram. 

cita-cita besar tak boleh luput, setiap orang berhak untuk mendapat apa yang didambakan lalu menjadi versi yang terbaik. pada saat-saat tertentu mungkin orang akan meragukan dan menganggap sepele, dicaci dibicarakan dan di ejek, bukan hanya anda orang dirumah juga pasti terimbas, ibu, ayah kerabat dan lain lainnya bahkan parahnya bisa jadi saudara2 anda sendiri juga ikut mencerca anda, jangan hiraukan, makan semua walau tak enak, minta maaflahh pada orang tuamu sebab mereka juga merasakan sakit, kau pasti bisa karena hanya dengan jalan itu kita semakin dewasa dan dapat melawan dunia. 

Akan tiba saatnya, sungguh saya katakan. tak ada yang tetap jika masih bicara tataran dunia, tuhan juga tahu kemauan setiap hambanya asal rumusnya dijalankan yakin, ikhtiar, dan tawakkal (sabar). kalau sudah rumus ini kamu lakukan tak ada lagi yang perlu kamu hiraukan semua akan ada dalam kendali mu, jangan memikirkan berlarut tentang apa yang anda laksanakan, pastikan target dan skema, jika sesuai rencana maka tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa kamu dapatkan. sungguh yakinkah pada prosesmu. 

Perjalanan hidup itu satu hal yang amat sangat membingungkan tak bisa selalu dilogikakan, melogikan hanya akan membawa anda pada relung kehampaan akhirnya membedakan proses dengan proses orang lain sungguh hal ini tidak baik, dampak yang dirasakan begitu besar karena relasinya stabilitas diri yang menjauhkan anda dari aktivitas produktif. 

Tak ada cara lain banyak sekali orang yang ter-engah-engah tetapi tetap bergerak, mereka mengerti apa yang senantiasa akan membawa mereka pada puncak pencapain, pencapaian yang berdasar dari hope dan hope ini adalah alasan mengapa kita hidup dan bertahan hingga sekarang. 

bahasa puncak pencapaian barusan saya mengikuti makna pada umumnya tapi sebenarnya pada diri saya sendiri puncak pencapaian itu adalah kebijaksanaan, kebijaksanaan yang lahir dari pengalaman- pengalaman. tak mudah bahasa ini hanya orang-orang yang telah berjalan panjang yang dapat merasakan dengan sangat baik. ada beberapa hal yang meningkatkan kualitas diri, tidak hanya terpaku pada material ataupun moralitas semata, ia melampui yang sering saya sebut sebagai kedalaman hidup.




Kuasa diatas Kuasa

Sumber: Pixabay

semasa pada waktunya, kamu akan bertemu dengan orang yang senantiasa terkesan biasa saja, tidak menarik, seakan tidak ada apa-apanya bagimu, tetapi dibelakang itu dia merupakan magnet besar, memikirkan banyak hal tentang masa depan, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk semua golongan. 

percaya pada saya, bahwa ada kerja-kerja yang tidak terlihat tetapi nyatanya memberi pengaruh besar. tak disorot kamera, tak di elu-elukan,dilupakan, dianggap lemah.

pada prinsipnya terkadang apa yang kita dapatlkan dari visualisasi bisa saja merupakan bagian kecil. kebiasaan orang yang ikut dalam arus kebiasaan umum terlihat normal dipandang dan digiring jadi sebuah parameter kewarasan, namun dibelakang orang yang tidak biasa pada kebiasaan umum sering diponis halu,tidak normal, punya kelainan dan beberapa sebutan lain. 

saya serius. jika demikian maka apa yang harus kita jadikan sebagai argumentasi konfrontatif untuk mendukung argumen diatas, mudah saja sebenarnya' cukup tanyakan apa memang ada pengendali diatas yang tak umum tetapi menjadi master plan, seolah-olah tuhan kecil. 

dengan sederhana saja katakan ada. ciri-ciri-nya klasik, mereka ini elit dengan kepemilikan unlimited memegang kendali kuasa karena powerfull. mencetak pemimpin dari golongan yang mampu di operasikan sesuai dengan kepentingan dan membuat semua hal yang berhubungan dengan diri mereka SAH dilakukan. melampaui moral baik buruk bahkan mereka dapat membuat moral baru yang senantiasa tak dapat di sanksi walaupun pada posisi ideal bertentangan. 

saya mengerti akan banyak yang menyangsi tulisan saya ini bagian dari konspirasi. tak masalah tetapi berdirilah atas pengetahuan yang kuat, belajar tentang hukum metafisik. kalau sudah engkau pelajari dan bertanyalah posisi hukum. apakah hukum dalam perspektif kehidupan sosial itu memang egaliter dan powerfull?. 

nyatanya hukum itu klaster. ia membabi buta, pilikasi dan tidak ideal sebagaimana terdengar pada teori-teori keadilan. percayalah bahwa ada orang yang amat sangat tidak terkendali dan pagari oleh hukum. 

mereka amat sangat kuat, mengangkangi hukum sesuka hati dan punya antibodi khsusus. 

mungkin tulisa ini hanya memperkuat pertanyaan yang selama ini menggrogoti pikiran anda dan tujuan tulisan ini untuk mengatakan bahwa ini memang benar adanya.

mungkin itu dulu karena saya harus melaksakan tugas saya sebagai hamba, waktu menunjukkan magrib. jika tidak saya akan digaransi sanksi. 

pernyataan saya baruan adalah representasi dari cara bermain elit. cuma tentu berbeda 100%. tuhan semesta alam yang kita sembah sebagai pencipta ini suci dan mereka sebaliknya.


Leadership Oriented


Kecakapan membaca situasi dan kondisi merupakan anugerah, ia terbentuk dari akumulasi pengetahuan serta pengalaman panjang, pada konteks pemimpin sering kita sebut pesan Intuisi. sepanjang dinamika sosial tentu saja tidak bisa seorang berpegang hanya pada satu teori, sebab kerumitan masalah sosial berada pada kompleksitas, gabungan dari segala hal yang berhubungan dengan emosi, tradisi, hingga budaya. 

Disinilah tugas pemimpin untuk membaca fenomena lalu mengidentifikasi masalah kemudian merumuskan solusi. ramai pertanyaan apakah pemimpin akurat membaca situasi kalaulah pemimpin itu tidak merasakan dinamika dalam kelas masyarakat?

pertanyaan ini menarik betapapun sederhana terdengar, ketentuan pemimpin di Indonesia khususnya dari tingkatan daerah hingga nasional masih jauh dari kondisi ideal. tentu benar bahwa pemilihan pemimpin masih berbasis konvensional. maksud saya, tidak ada yang menjamin jika pemimpin yang terpilih dari golongan kecil lebih baik dalam mengemban amanah, faktanya dari mereka tidak sedikit yang terjerat korupsi. begitupula pemimpin yang datang dari kelas besar(atas), benar bahwa mereka tak merasakan kesulitan pada umumnya masyarakat kecil tetapi bisa jadi lebih baik. 

maksud saya, indikator tentang kecakapan seorang pemimpin tidak sesederhana demikian. perlu menambahkan beberapa unsur yang senantiasa patut dijadikan acuan. pada masalah diatas kepekaan seorang pemimpin mesti berangkat dari dorongan intuisi yang ia alami dalam aktivitas keseharian. seperti basis ilmu pengetahuan (belajar) dan empiris (pengalaman). komponen tersebut jadi dasar yang tak dapat dipisahkan, ia merupakan pondasi mutlak. selanjutnya melihat tumbuh kembang lingkungan dimana ia dilahirkan hingga besar. hal ini penting sebab pondasi tadi akan dilanjutkan dengan bangunan adapun bangunan itu adalah lingkungan, kehidupan sosial, ekonomi  dan kualitas didikan orangtua hingga jenjang sekolahnya.  

selanjutnya ada masa permbangan, dimana seorang itu akan mengalami kontak dan distraksi yang merubah cara ia memotret, memahami, hingga mengambil keputusan. demikian tak dapat disamakan setiap orang sebab pada prinsipnya pasti berbeda. 

fase pengembangan ini merupakan tahapan yang paling krusial karena ia akan terus berubah ubah sepanjang waktu. kontraksi dan gesekan sosial akan terus membentuk dari satu bentuk cara berfikir hingga ke bentuk berfikir lainnya. relasinya hanya pada tingakatn lebih baik atau normatif ataupun lebih buruk. inilah yang disebut sebagai karakter.

karakter tidak berdiri sendiri, bilamana seseorang konsisten dalam karakternya tetap saja karakter itu harus dipahami dalam perspektif timing(waktu). tentang berapa  lama dan keika di faktor apa ia dapat berubah. inilah bagian terpenting jika ingin melihat,memilih ataupun menjadi seorang pemimpin, hanya dengan beberapa hal ini seorang pemimpin dapat dibaca karakter dan caranya mengambil keputusan. 

pada prinsipnya keinginan masyarakat umum adalah dapat memiliki pemimpin yang pro pada rakyatnya bukan rakyat secara umum tetapi pada kondisi prioritas yang membutuhkan kesejahteraan yang jauh dari kata layak. bukan sebaliknya. menjembatasi kelas kaya untuk mendapat keuntungan besar dan monopoli sistem. 

jadilah satu diantara pilihan diatas dan pastikan pilihan anda bersandar pada garis ideal. perlu dengan khidmat untuk memikirkan bangsa ini dalam kacamata masa depan rahmatan lilalamin sejahtera, adil dan makmur.